• Perbesar Tulisan
  • Tulisan Standart
  • Perkecil Tulisan
  • default color
  • green color
  • red color
Piala Indonesia PDF Print E-mail
Written by Redaksi PersebayaFC.com   
Tuesday, 11 May 2010 18:59

Diselamatkan Penalti Pato

Persebaya memastikan melaju ke babak 8 besar Piala Indonesia setelah menundukkan Bontang FC 1-0 di jam pertama penyisihan Grup K, Selasa (11/5). Satu-satunya gol yang tercipta di waktu injury time tersebut dicetak Patricio Morales dari titik putih.

 Pato menjawab kepercayaan Pelatih Rudkeel dengan satu gol ke gawang Bontang FC sekaligus memastikan tiket babak 8 besar piala Indonesia dalam genggaman Persebaya

“Gol itu dikasih Tuhan. Kendalanya tetap sama, kesulitan memaksimalkan peluang,” kata pelatih Persebaya Rudy Keeltjes usai pertandingan. Memang, permainan kedua tim berimbang. Saling serang membuat tempo permainan cepat yang diperagakan keduanya sangat menarik ditonton.

Tapi, Persebaya kesulitan menjebol gawang Bontang FC yang dikawal Sumardi. Padahal aliran bola dari sayap maupun tengah sangat lancar dengan kembalinya Taufiq dari cedera panjang. “Kedua striker Persebaya punya kualitas yang sama. Pandai mengacak-acak pertahanan lawan tapi sulit untuk cetak gol. Itu yang jadi kekhawatiran saya dalam pertandingan ini, apakah bisa mencetak gol atau tidak,” beber Rudkeel, panggilan akrabnya.

Lini tengah Persebaya yang tanpa John Tarkpor terlihat lebih hidup. Kolaborasi Jeon Byung Euk-Taufiq mampu menjadi penyeimbang lini tengah Bontang FC. Apalagi dua wing back yang diturunkan, Supriyono dan Mat Halil juga tampil ekselen. Sayang, aliran cepat dari kaki ke kaki yang jadi trade mark Green Force kerap terbentur pada lemahnya finishing touch lini depan yang diisi duet Patricio Morales-Andi Oddang. Kekhawatiran yang sudah diungkapkan Rudkeel usai menekuk Persibo Ahad lalu.

“Beruntung Bontang FC juga main dari kaki ke kaki. Itu yang saya suka karena yakin bisa mengimbangi. Sulit jika mereka andalkan bola-bola atas mengingat duet strikernya punya postur tinggi,” tambahnya disinggung permainan alot kedua tim.

Sementara arsitek Laskar Bukit Tursina, julukan Bontang FC, Fachri Husaini mengakui kekalahan timnya. Terutama dengan penalti yang diberikan wasit Mardi di masa injury time. “Wasit bagus dalam memimpin. Soal penalti saya tidak protes karena wasit juga berdiri lebih dekat dengan kejadian. Tapi saya salut dengan apa yang ditunjukkan pemain. Mereka main lebih bagus dibanding saat melawan Persib,” ungkap mantan jenderal lapangan tengah timnas Indonesia di era 90-an tersebut.

Penalti itu terjadi setelah Persebaya keluar dari gempuran Aldo Baretto dkk. Serangan balik yang dilangsungkan mengalir begitu cepat. Supriyono yang menempati sisi kanan menerima umpan Andik Vermansyah dengan sprint. Setelah gagal melepas crossing, bola yang membentur tubuh Rusdiansyah kembali direbut. Petaka terjadi, saat usaha kedua mantan punggawa Persija tersebut kembali membentur tangan Rusdiansyah di kotak berbahaya. Tak pelak, wasit pun menunjuk titik putih. Meski diprotes pemain Bontang FC, keputusan itu tak berubah. Patricio tak membuang peluang emas tersebut. Sepakan kaki kirinya mulus menuju sudut kanan gawang Sumardi yang langsung disambut 6 pendukung Persebaya.

Bagi kedua tim, laga terakhir di Grup K nanti sudah tidak berpengaruh. Baik Persebaya maupun Bontang FC langsung mengalihkan perhatian pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang memasuki masa-masa krusial. Keduanya masih belum aman dari jeratan degradasi. Terutama Persebaya yang harus mati-matian mengejar poin di 4 laga away.

“Di laga terakhir, hanya pelatih gila yang masih mau main habis-habisan disaat sudah tak ada lagi target yang bisa diraih. Lebih baik kita fokus tanggal 16 Mei,” tandas Fachri. Bontang FC yang masih menyisakan dua laga home, termasuk lawan Persebaya di partai terakhir ISL, langsung konsentrasi ke Malang menghadapi Persema dan Arema.

Sedangkan Rudkeel, meski enggan dianggap melepas laga terakhir di Grup K lawan Persib (13/5) mendatang, juga mengaku akan merotasi pemain. “Kita akan turunkan pemain muda. Tapi salah jika dianggap kita melepas laga prestise tersebut. Kita membawa nama besar Persebaya apalagi kita juga main di depan pendukung sendiri,” tegasnya. pfc

Susunan Pemain

Bontang FC

36-Sumardi; 19-Iqbal Samad, 15-Joko Sidik/25-Cornelis Geddy (46), 16-Rusdiansyah, 22-Sardianata/45-Marcelino Mandagi (38), 23-Satria Feri/18-Iwan Setiawan (78), 20- Kan Kikuchi, 7-Arifki Eka Putra, 11-Anda Hermawan, 17-Aldo Baretto, 9-Kenji Adachihara

Kartu Kuning: Sardianata (28), Arifki (61)

 

Persebaya

20-Syaifudin, 26-Djayusman Triasdi, 4-Nugroho Mardianto, 5-Takatoshi Uchida, 11-Taufiq/29-Wijay (90), 32-Jeon Byung Euk, 17-Arif Ariyanto/3-Andik Vermansyah (29), 2-Mat Halil/15-Anang Makruf (62), 21-Supriyono, 78-Andi Odang, 31-Patricio Morales

Kartu Kuning: Jeon Byung (19)

Last Updated ( Tuesday, 11 May 2010 19:09 )
 
 

Kompetisi Internal

Kritik Saran

SalehMukadar.com

SalehMukadar.com

Koni Surabaya

Koni Surabaya