| suporter |
|
|
|
| Written by Redaksi PersebayaFC.com | ||||
| Sunday, 31 January 2010 19:09 | ||||
Sadari Fanatisme, Tidak Akan Bubarkan Elemen Suporter LamaTeka-teki mengenai apa nama suporter reesmi Persebaya Surabaya masih belum terungkap. Namun, Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, siap men-deadline agar nama suporter itu sudah ada sebelum putaran kedua dimulai 10 Februari 2010 mendatang. “Kalau bisa segera sebelum pertandingan lawan Sriwijaya FC nama kelompuk suporter sudah kita daftarkan. Saya sih inginnya Bajul Ijo, karena itu sangat mengakar di Persebaya. Tapi, saya kembalikan lagi ke hasil perundingan nanti,” ucapnya. Saleh mengungkapkan, pihaknya memberikan kekuasaan kepada seluruh kelompok suporter untuk duduk satu meja dan berdiskusi mengenai nama suporter Persebaya. Ia juga siap memfasilitasi pertemuan itu. Kelak, setelah nama itu terbentuk, maka ia akan segera mendaftarkan ke PSSI. Selain itu, ia memaparkan mengenai kriteria-kriteria anggota suporter Persebaya. Untuk syarat, suporter Persebaya haruslah berusia minimal 17 Tahun. Selain itu, ia harus tergabung dalam koordinasi kelompok suporter dan keanggotaannya diketahui kepolisian setempat. Nantinya semua pendukung yang terdaftar akan mendapatkan kartu tanda anggota (KTA). Mereka juga akan mendapat berbagai kemudahan. Salah satunya, anggota yang terdaftar mendapat asuransi kecelakaan. Mereka juga mendapat diskon tiket pertandingan, subsidi saat laga tandang dan pembelaan jika mendapat masalah. “Kita cukup sadar kalau suporter kita sangat fanatik. Suporter yang ada tak akan dibubarkan. Tapi nanti mereka didaftarkan by name dan address. Jadi kalau ada kerusuhan dan itu bukan bukan anggota kami, maka kami tidak bisa tanggung jawab. Kalau ada yang melanggar maka KTA akan dicabut dan kelompok itu kita blacklist,” tegas Saleh. Saleh juga meminta bonek untuk tidak menyanyikan lagi lagu-lagu atau yel-yel yang berbau intimidatif. “Soalnya sekali saja kalian menyanyi lagu hujatan, maka hukuman kita Rp 250 juta akan langsung dijatuhkan. Jadi, saya mohon dengan sangat untuk menjaga sikap selama dua tahun,” pungkasnya. Sementara itu, rencana banding Persebaya atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tetap jalan terus. Saat itu Komdis menghukum Bajul Ijo dengan serangkaian hukuman sangat berat. Salah satunya adalah tidak boleh menggelar pertandingan dengan penonton. Termasuk saat laga home lawan Sriwijaya FC, 10 Februari mendatang digelar tanpa kehadiran suporter. Tentunya ini bakal menjadi kerugian besar bagi pemasukan Persebaya dari unsur ticketing. “Kalau seperti pertandingan lawan Arema, penghasilan kita bisa mencapai Rp 700 juta. Kalau tanpa penonton bisa dihitung sendiri berapa kerugian kita. Pertandingan paling sedikit penontonnya saja kita bisa mendapat sekitar Rp 300 juta,” kata Sekretaris Panpel, Syamsudin Warnangan. Karena itu, Persebaya akan menunggu hingga 6 Februari mendatang untuk kepastian hasil banding tersebut. Jika memang tidak dikabulkan, manajemen akan memberi tahu semua elemen suporter agar tidak hadir di Tambaksari. “Jadi saya mohon pengertiannya,” pungkas Saleh. pfc
|
||||